Google+ Facebook Twitter
The click here
to get the latest
Adobe Flash Player.
More Web & Desktop Widgets @ Widgipedia
Selamat Datang dan Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Kami.......Semoga Bermanfaat Bagi Anda
Showing posts with label Seputar Motor. Show all posts
Showing posts with label Seputar Motor. Show all posts

Monday, January 20, 2014

Cara Memasang Relay Untuk Lampu Motor

Tren penggantian lampu depan menggunakan HID dan halogen yang lebih terang dari lampu standar memang sedang marak. Relay yang dipasang pada rangkaian kelistrikan lampu motor akan membuat lampu menjadi lebih terang, karena relay menyingkat arus listrik dari accu/aki dan mengurangi kekurangan arus yang tersedot ke rangkaian kelistrikan kabel body motor.

Bagaimana aplikasinya? Dibawah ini adalah contoh skema rangkaian relay untuk lampu utama.



(Catatan : posisi kabel lampu jauh dan dekat pada soket dan warna kabel berbeda-beda tergantung jenis motor. Kaki pada relay yang ditandai angka 30, 85,86, 87 posisinya bisa berbeda-beda tergantung merk relay. Gambar diatas hanya contoh saja)

Skema tersebut bisa digunakan untuk motor dengan kelistrikan DC, yang cirinya adalah lampu bisa dinyalakan tanpa menyalakan mesin terlebih dahulu, contohnya Suzuki Thunder dan Honda Tiger.  Lampu jauh dan dekat menggunakan relay yang terpisah, jadi jika ingin menggunakan salah satu lampu saja (misalnya lampu jauh saja untuk mencegah aki tekor) tinggal merangkai relay untuk lampu jauh saja. Relay yang digunakan adalah relay dengan 4 kaki. Untuk kelistrikan tipe AC seperti bebek dan matic dengan ciri lampu baru menyala saat mesin hidup, maka rangkaian ini berguna untuk menambah supply listrik dari aki juga, kelebihannya dalam putaran mesin rendah lampu tetap menyala terang, dan untuk tipe bohlam lampu bisa menggunakan yang wattnya lebih besar daripada standarnya.

Berikut adalah foto beberapa komponen yang akan digunakan :



bisakah menghemat jumlah relay, dengan kata lain hanya menggunakan satu buah relay ?

bisa saja, jika melihat dari jalur kelistrikan terutama di jalur kabel lampu utama.

kurang lebih rangkaiannya akan seperti berikut :



(Catatan : posisi kabel lampu jauh dan dekat pada soket dan warna kabel berbeda-beda tergantung jenis motor. Kaki pada relay yang ditandai angka 30, 85,86, 87 posisinya bisa berbeda-beda tergantung merk relay. Gambar diatas hanya contoh saja)

Pemasangan relay dilakukan di bagian jalur kabel sebelum sakelar lampu dekat dan jauh. Contohnya, jika sakelar on-off lampu ada di bagian panel setang sebelah kanan sementara sakelar lampu dekat-jauh ada di panel setang sebelah kiri, maka rangkaian relay dipasang pada kabel yang menghubungkan kabel di panel kanan dan panel kiri.

Selamat mencoba.....

Saturday, January 18, 2014

Solusi Indikator Bensin Ngaco


Problem yang terjadi pada indikator bensin terkadang sulit dideteksi. Bisa diawali gejala ngaco atau tiba-tiba jarum penunjuk tak berfungsi. Padahal saat awal motor dinyalakan, jarum indikator bensin masih menunjukkan di tanda F (Full). Ngak lama jalan, motor mogok karena kehabisan bensin?? Wah kena tipu nih....

Saat pemeriksaan di sekitar tangki bensin, ternyata piranti di rumah pelampung kotor dan berkarat. Alhasil jarum penunjuk indikator bensin pun memberi info yang salah. Biar enggak seperti itu, rajinlah dilakukan pengecekan.

Enggak susah koq, apalagi cuma butuh obeng min, plus dan kunci pas-ring 10 serta cairan penetran atau anti karat. Maklum, bensin kotor kerap memicu piranti itu korosi. Nah kalau sudah siap alatnya, pertama buka jok dan cover samping kanan pakai obeng plus biar soket kabel indikator bensin di sebelah kanan mudah dilpepas. Baru deh melepas pelampung bensin dengan melepas empat baut pengikat pelampung.

Lalu saat mengecek coba sambungkan soket kabel pelampung seperti semula dan posisikan kunci kontak pada posisi ON. Coba geser pelampung naik turun pelan-pelan, sambil lihat indikator bensin. Kalau posisi pelampung di atas, indikator menunjukkan E (Empty) atau habis. Atau sebaliknya pelampung di bawah, indikator menunjukkan F (Full) atau penuh. Ini namanya ngaco.

Bila pelampung ngaco, buka penutup lilitan sensor pelampung. Caranya cungkil kancingnya pakai obeng min, lalu cek adakah lilitan yang putus atau cuma kotor. Bila ada lilitan yang putus mestinya ganti pelampung yang baru. Tapi, kalau cuma kotor, bersihkan pakai cairan penetran pembersih karat.

"Jangan lupa untuk dilakukan pengecekan berkala. Mesti dilakukan setiap 6 bulan sekali". cukup mudah bukan.?

Friday, March 29, 2013

Mengenal arti dan Fungsi Kabel Kelistrikan Pada Sepeda Motor




Dalam perawatan sepeda motor kesayangan kita, terkadang kita harus mengerti arti/fungsi kabel kelistrikan pada sepeda motor. Fungsi kabel sendiri adalah untuk menghubungkan listrik dari komponen satu ke komponen kelistrikan lainnya.

Arti warna kabel sepeda motor pada setiap merek kadang berbeda-beda. Pada dasarnya warna kabel-kabel kelistrikan tersebut mewakili muatan positif (+) dan negatif (-) pada sepeda motor, Jika kita salah menghubungkan kabel, bisa berakibat fatal bahkan kebakarang dalam sistem kelistrikan sepeda motor. Berikut adalah penjelasan arti warna kabel kelistrikan pada sepeda motor Honda, Yamaha dan Kawasaki :

1. Kabel Kelistrikan HONDA
Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) aki
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) alternator pengisian
(+) lampu dekat
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru Laut : (+) sein/reting kanan
Oranye : (+) sein/reting kiri
Coklat : (+) lampu kota
Hitam-Merah : (+) spul CDI
Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
Hitam-Kuning: (+) koil
Biru-Kuning : (+) pulser CDI
Hijau-Kuning: (+) lampu rem

2. Kabel Kelistrikan YAMAHA

Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari aki
Kuning : (+) lampu jauh
Coklat : (+) sein/reting kiri
Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
Putih-Merah : (+) pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) rem

3. Kabel Kelistrikan SUZUKI

Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
Putih-Biru : (+) koil ke CDI
Putih-Hitam : (+) lampu rem
Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
Merah : (+) aki
Oranye : (+) kunci kontak
Abu-abu : (+) lampu belakang
Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
Hitam : (+) sein/reting kiri

4. Kabel Kelistrikan KAWASAKI

Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) aki
Merah-Hitam : (+) lampu jauh
Merah-Kuning: (+) lampu dekat
Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
Hijau : (+) sein/reting kiri
Biru : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson

Wednesday, February 27, 2013

Yuk,, Bersih-Bersih Mencegah Karat

Sebentar hujan, sebentar panas. Selesai dicuci, kotor lagi. Kondisi seperti ini kerap bikin pusing pengguna sepeda motor. Kendati demikian, jangan menyerah! Mencuci sepeda motor di saat cuaca galau itu, hukumnya wajib. Bukan hanya membuat sepeda motor enak dilihat, juga kerjanya tetap optimal.

Menurut Andrianus, pemilik salon motor Tiga Delapan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kotoran yang menempel pada bagian tertentu menyebabkan kinerja sepeda motor tidak maksimal.

”Zat azam yang dikandung air hujan dan menempel pada sepeda motor, jika dibiarkan berbahaya. Saya jamin, pasti ada yang berkarat kalau dibiarkan menempel lama,” terangnya.

Karena itulah, bersih-bersih bagian tertentu perlu dilakukan.

1. Rantai
Setelah mencuci sepeda motor, perhatikan bagian ini. Seharusnya, rutin diberi pelumas (chain lube). Bersihkan kotoran yang melengkat. Biasanya di musim hujan, pelumas rantai berkurang. Bahkan pasir halus yang menempel pada rantai dan sproket bisa menyebabkan komponen tersebut cepat aus.
Karena itu, setelah dicuci dengan cairan khusus (chain cleaner). Jangan membersihkan rantai dengan bensin karena bisa menyebabkan karet pada sproket jadi getas. 

2. Standar samping dan tengah
Bagian ini juga mudah berkarat jika dibiarkan kotor. Bersihkan sekitar kolong ini dengan air yang disemprotkan dan dibersihkan dengan kuas atau sikat gigi bekas. Setelah itu semprotan cairan anti karat, misalnya WD-40 dan sebagainya. Gerakan standar samping dan tengah jadi lebih mudah. Bila tidak atau ada bagian as yang kotor atau berkarat, standar biasanya susah digerakkan.

3. Kanvas rem dan piston cakram rem
Kanvas rem yang  dibuat asbes, jika sering kena air akan mengeras saat kering. Solusinya setelah dicuci, rem diinjak sesering mungkin agar kanvas benar-benar kering. Kotoran yang menempel pada cakram sangat mungkin mengganggu piston dan kanvas untuk melakukan kinerja maksimal. Untuk roda belakang yang masih menggunakan rem teromol, tak hanya kampas dan teromol yang harus dibersihkan, juga tuas menggerakkan sepatu rem.

4. Leher knalpot
Perhatikan setiap sepeda motor yang lewat, pasti banyak mengalami perubahan pada lleher knalpotnya, menjadi sedikit krem karena terdapat banyak kerak. Penyebabnya, bagian jarangnya dicuci bersih. Karena panas, kotoran dan air hujan mudah mengering di bagian ini. Bila dibiarkan terus, menyebabkan keropos.

5. Ban
Ban dicuci dengan sikat halus. Kotoran yang bercampur air hujan jika dibiarkan , menyebabkan dinding ban cepat getas.

 
Blogger Templates